Kabupaten Bekasi — ZONABEKASI.ID – Dua korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa malam (28/04/2026).
Kedua korban, yakni Vica Acnia Fratiwi (23) dan Gita Septia Wardany (20), dimakamkan dalam liang berbeda di lokasi yang sama
.
Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana penuh duka. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi proses pemakaman kedua korban yang menjadi bagian dari tragedi maut tersebut.
Vica Acnia Fratiwi diketahui merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya di Perumahan Telaga Murni, Cibitung. Korban baru satu tahun bekerja di sebuah perusahaan swasta di kawasan Tebet, Jakarta.
Sementara itu, Gita Septia Wardany yang berusia 20 tahun diketahui tinggal di Perumahan Trias, Cibitung. Kepergian keduanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga masing-masing.
Jenazah Tiba dari RS Kramat Jati
Sebelum dimakamkan, kedua jenazah sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Setelah dipastikan identitasnya, jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka dan tiba sekitar pukul 19.00 WIB.
Kisah Pencarian Korban
Paman korban Vica, Qabul Aman, mengungkapkan bahwa keluarga sempat mencari korban melalui media sosial setelah mendengar kabar kecelakaan.
Menurutnya, kakak kandung korban berusaha menelusuri informasi keberadaan Vica, namun yang ditemukan di lokasi kejadian hanya barang-barang milik korban.
“Yang ditemukan hanya laptop dan beberapa barang miliknya di lokasi,” ujarnya.
Saat peristiwa terjadi, kedua orang tua Vica diketahui sedang berada di Palembang karena menghadiri kabar duka keluarga. Setelah mendapatkan informasi, keduanya langsung terbang ke Jakarta menuju RS Polri Kramat Jati untuk memastikan kondisi anaknya.
Suasana Pemakaman Penuh Haru
Di TPU Wanajaya, suasana pemakaman dipenuhi kesedihan. Keluarga, kerabat, dan warga sekitar tampak tak kuasa menahan tangis saat prosesi berlangsung.
Dua liang makam yang berdampingan menjadi simbol duka mendalam atas kepergian dua perempuan muda yang harus berpulang akibat kecelakaan tragis tersebut.
Tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tidak hanya menyisakan angka korban, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah pilu dari keluarga yang ditinggalkan. Pihak keluarga berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan terus mendoakan para korban.
