Kisah Pilu Nurlaela, Guru SD yang Gugur dalam Tragedi Kereta Di Stasiun Bekasi Timur

Kabupaten Bekasi — zona Bekasi – Isak tangis mengiringi prosesi pemakaman Nurlaela, salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Suasana haru menyelimuti pemakaman yang berlangsung pada Selasa siang (28/04/2026), saat keluarga, kerabat, hingga rekan kerja mengantar kepergian sosok guru yang dikenal penuh dedikasi itu ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur. Sejak pagi, rumah duka dipenuhi pelayat. Tangis keluarga pecah, menandai kehilangan yang begitu mendalam atas sosok ibu, guru, sekaligus panutan di lingkungan sekitarnya.

Almarhumah merupakan tenaga pendidik di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur. Ia telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 2019. Dalam kesehariannya, Nurlaela dikenal sebagai sosok yang ramah, sabar, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap murid-muridnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, turut hadir di rumah duka dan mengikuti prosesi pemakaman. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu tenaga pendidik terbaik tersebut.

“Almarhumah adalah sosok yang periang dan berdedikasi. Beliau juga baru saja mendapatkan amanah sebagai bendahara serta merupakan guru penggerak. Kami sangat kehilangan,” ujar Nahdiana.

Rutinitas Nurlaela sehari-hari adalah menempuh perjalanan dari rumahnya di Cikarang Timur menuju Jakarta Timur menggunakan KRL. Perjalanan panjang itu ia jalani demi mengabdikan diri di dunia pendidikan. Namun, perjalanan pada Senin malam itu menjadi yang terakhir.

Kepergian Nurlaela meninggalkan luka mendalam, terutama bagi anak semata wayangnya yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Di usia yang masih membutuhkan bimbingan seorang ibu, kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *