Tiga Hari Jelang Pencoblosan, Polemik Pelajar Lakukan Pelipatan Surat Suara Pilkades Karangasih Mencuat

BEKASI – ZONA BEKASI – Tahapan logistik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mendapat sorotan setelah beredar video berdurasi sekitar 37 detik yang memperlihatkan sejumlah pelajar sedang melipat surat suara.

Video tersebut disebut direkam di Balai Desa Karangasih pada Kamis sore (17/9/2026), tiga hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.

Informasi mengenai lokasi video disampaikan salah satu Liaison Officer (LO) calon kepala desa. Dalam rekaman terlihat sejumlah siswa dan siswi yang diduga berasal dari salah satu MTs setempat melakukan aktivitas pelipatan surat suara.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan yang berkaitan dengan logistik Pilkades kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelipatan, dasar keterlibatan mereka, pengawasan kegiatan, hingga prosedur pemeriksaan surat suara setelah dilipat.

Sorotan juga diarahkan pada keterbukaan panitia terhadap para LO calon kepala desa. Sejumlah LO disebut tidak mengetahui sejak awal adanya proses pelipatan tersebut.

Salah satu LO, Opang, mengatakan dirinya bersama LO lainnya baru datang setelah sekitar 400 surat suara selesai dilipat. Mereka kemudian meminta surat suara tersebut dihitung dan diperiksa kembali.

“Setelah ada sekitar 400 surat suara yang dilipat, kita para LO datang dan minta dihitung dan diperiksa ulang. Ternyata ada dua surat suara yang ujungnya sobek, mungkin kena karet,” ujar Opang.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut proses pemeriksaan dan pencatatan kondisi surat suara sebelum digunakan dalam pemungutan suara.

Pertanyaan yang kemudian muncul antara lain bagaimana mekanisme pencatatan surat suara yang rusak, siapa yang melakukan pemeriksaan, serta sejauh mana perwakilan calon dapat menyaksikan atau mengawasi tahapan logistik tersebut.

Informasi lain yang disampaikan narasumber menyebutkan bahwa sebelum pelajar terlibat, terdapat mahasiswa yang juga disebut pernah membantu proses pelipatan. Namun, jumlah tenaga yang dilibatkan, mekanisme penunjukan, serta bentuk pengawasan terhadap kegiatan tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari panitia Pilkades.

Ketua Panitia Pilkades Karangasih, Yaya Ropandi, ketika dikonfirmasi memberikan penjelasan berbeda mengenai keterlibatan para pelajar.

Menurut Yaya, kegiatan tersebut bukan merupakan pekerjaan pelipatan surat suara dalam konteks tenaga logistik berbayar, melainkan bagian dari edukasi politik kepada pelajar.

“Cuma satu jam mereka melipat, dan itu hanya untuk edukasi,” ujar Yaya Ropandi.

Penjelasan tersebut kemudian dipertanyakan salah satu LO calon kepala desa.

Ia mempertanyakan siapa pihak yang memberikan edukasi politik tersebut serta kapan pemberitahuan mengenai kegiatan itu disampaikan kepada para peserta.

“Kalau itu edukasi politik, siapa yang memberikan edukasi? Surat undangan edukasi politik juga muncul setelah ramai jadi perbincangan. Sedangkan tadi saya tanya, salah satu siswa mengaku tidak mendapatkan undangan edukasi politik,” ungkapnya.

Perbedaan penjelasan tersebut membuat persoalan tidak berhenti pada keterlibatan pelajar, tetapi juga menyentuh aspek komunikasi dan transparansi panitia dalam menjalankan tahapan logistik Pilkades.

Pilkades Karangasih dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi sendiri sebelumnya menegaskan bahwa Pilkades Serentak 2026 harus dilaksanakan secara aman, jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

Dengan demikian, transparansi dalam setiap tahapan, termasuk pengelolaan dan pemeriksaan logistik, menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan seluruh peserta dan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, DPT Desa Karangasih tercatat sebanyak 30.017 pemilih, terdiri dari 14.997 laki-laki dan 15.020 perempuan, yang tersebar di 58 TPS.

Sementara data awal mencatat 29.921 pemilih dalam DPS dan 96 pemilih dalam DPTb.

Dengan jumlah pemilih yang mencapai puluhan ribu serta anggaran penyelenggaraan yang disebut lebih dari Rp1 miliar, setiap tahapan Pilkades menjadi perhatian publik.

Karena itu, klarifikasi terbuka dari Panitia Pilkades, termasuk mengenai dasar keterlibatan pelajar, mekanisme pelipatan, jumlah surat suara, pencatatan surat suara rusak, serta mekanisme pengawasan oleh LO calon, dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi menjelang hari pencoblosan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *