Hangatnya Kebersamaan di Jamran Cikarang Utara 2025: Belajar, Bermain, dan Bersatu di Bumi Perkemahan Karang Kitri

BEKASI – ZONABEKASI.ID – Senyum ceria ribuan Pramuka Penggalang tampak menghiasi Bumi Perkemahan Karang Kitri, Bojongmangu, sejak Jumat (22/8/2025). Dengan seragam cokelat khas, tongkat, dan bendera regu di tangan, mereka datang dari berbagai sekolah se-Kecamatan Cikarang Utara untuk mengikuti Jambore Ranting (Jamran) 2025.

Suasana penuh semangat ini bukan sekadar perkemahan biasa. Selama tiga hari, 1.618 peserta dari 72 gugus depan berkumpul untuk belajar, bermain, sekaligus merasakan indahnya kebersamaan dalam keragaman.

Dari Pendirian Tenda hingga Parade Semaphore

Sejak pagi hari pertama, halaman bumi perkemahan dipenuhi riuh rendah peserta yang sibuk mendirikan tenda. Beberapa tampak bekerja sama menegakkan tiang bambu, sebagian lain mengikat simpul tali dengan serius. Meski berpeluh, tawa mereka tetap pecah setiap kali ada tali yang salah ikat atau tenda roboh sebelum akhirnya berdiri kokoh.

Menjelang sore, semua peserta berkumpul untuk mengikuti Parade Semaphore. Gerakan tangan yang membawa bendera kecil warna-warni seakan menjadi bahasa universal yang menyatukan ratusan regu. Malam harinya, keceriaan berlanjut dengan Pentas Kontingen, menampilkan ragam tarian, musik, dan kreativitas khas masing-masing sekolah.

Belajar Nilai Hidup Lewat Kegiatan Atraktif

Hari kedua, Sabtu (23/8), menjadi puncak kegiatan. Peserta diajak mencoba berbagai giat rotasi mulai dari Eco Printing yang melatih kreativitas, seminar Anti Bullying yang menanamkan empati, hingga Pramuka Cinta Damai yang menekankan pentingnya persaudaraan.

Tak kalah seru, Zona Petualangan mempertemukan anak-anak dengan permainan tradisional seperti sumpitan dan ketapel. Meski sederhana, kegiatan ini mengajarkan ketangkasan, kerja sama, sekaligus mengenalkan kembali warisan budaya bangsa.

Pendidikan Karakter di Alam Terbuka

Lebih dari sekadar permainan, Jamran mengajarkan disiplin melalui sistem “pemerintahan perkemahan”. Ada gubernur perkemahan, bupati, hingga camat yang bertugas mengatur kelancaran aktivitas. Simulasi ini membuat peserta belajar arti tanggung jawab, kepemimpinan, dan kebersamaan dalam sebuah komunitas.

Maskot “Si Ranca”, seekor katak dengan ikat kepala batik khas Bekasi, ikut menjadi ikon kebersamaan. Si Ranca menggambarkan semangat adaptif dan lincah, sesuai dengan jiwa generasi muda Pramuka yang siap menghadapi tantangan zaman.

Pesan untuk Generasi Muda

Ketua Kwarran Cikarang Utara, Rohayati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Jamran 2025 adalah ajang pembinaan karakter. “Kami ingin anak-anak belajar lebih dari sekadar berkemah. Mereka belajar hidup bersama, saling menolong, dan menjaga lingkungan. Nilai-nilai ini yang akan mereka bawa pulang ke sekolah dan rumah masing-masing,” ujarnya.

Dengan semangat “Bersama Kita Berbeda, Bersama Kita Berjaya”, Jamran 2025 tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga bekal berharga bagi generasi muda Cikarang Utara: tentang arti persahabatan, keberanian, dan cinta tanah air. (A. Sofyan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *